PG Tersana Baru

Setelah Perang Dunia II, sebagian besar pabrik gula mengalami rusak berat dan ditinggalkan pemiliknya sehingga dimanfaatkan serta dikuasai langsung oleh masyarakat. Pada jaman pendudukan Jepang (1942 – 1945), semua pabrik gula milik asing (termasuk pabrik gula Belanda) diambil alih dan dikuasai oleh militer Jepang yang bernama Gunsiekanbu. Memasuki periode Pasca Kemerdekaan (1945 – 1949), Badan-badan yang melakukan pengurusan perusahaan gula, baik yang meneruskan pekerjaan badan-badan yang dibentuk pemerintah Jepang maupun yang didirikan sesudah perusahaan-perusahaan gula ditinggalkan Jepang, dihapuskan/dibubarkan dan dilebur dalam satu badan hukum disebut Badan Penyelenggaraan Perusahaan Gula Negara (BPPGN ) yang menjalankan dan mengelola perusahaan gula.